NAMA : NABELLA PRATIWI WD
KELAS : 3PA16
MATAKULIAH : PSIKOLOGI MANAJEMEN #
KOMUNIKASI INTERPERSONAL
EFEKTIF
Definisi menurut para ahli
Arni Muhammad (2009,
159) mendefensikan “Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi
di antara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di
antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. Dengan bertambahnya
orang yang terlibat dalam komunikasi, menjadi bertambahlah persepsi orang dalam
kejadian komunikasi sehingga bertambah komplekslah komunikasi tersebut.
Komunikasi interpersonal adalah membentuk hubungan dengan orang lain.
Hafied Cangara (2006, 31) memberikankan pengertian bahwa
komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi ialah proses komunikasi
yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka.
Burhan Bungin (2008, 32) menjelaskan bahwa komunikasi
interpersonal adalah komunikasi antar-perorangan yang bersifat pribadi baik
yang terjadi secara langsung (tanpa medium) maupun tidak langsung (melalui
medium). Contohnya kegiatan percakapan tatap muka, percakapan melalui telepon,
surat menyurat pribadi. Fokus pengamatannya adalah bentuk-bentuk dan sifat
hubungan (relationship), percakapan (discourse), interaksi dan karakteristik
komunikator.
Menurut Onong Uchjana Effendy
(2007, 15) umpan balik
dalam komunikasi interpersonal dapat langsung diketahui karena komunikasi
dilakukan dengan tatap muka (face to face communication) dan tanggapan
komunikan dapat segera diketahui.
Indriyo Gitosudarmo dan Agus Mulyono (2001, 196) mengartikan
bahwa komunikasi interpersonal merupakan komunikasi tatap muka (face to face)
ini merupakan hal yang penting bagi seorang manager atau pemimpin. Keberhasilan
dalam komunikasi ini merupakan faktor penentu bagi keberhasilan organisasi
dalam mencapai tujuan
Menurut Agus M. Hardjana (2003:85) Komunikasi interpersonal
adalah interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang, dimana pengirim
dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima pesan dapat menerima dan
menanggapi secara langsung pula.
Menurut Deddy Mulyana (2000:73) Komunikasi interpersonal
adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan
setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara
verbal atau nonverbal. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang
hanya dua orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat,
guru-murid dan sebagainya.
Dari berbagai defenisi di atas dapat dinyatakan bahwa komunikasi
interpersonal adalah komunikasi yang terjadi secara langsung atau tatap muka
baik antara seseorang dengan seseorang maupun dengan kelompok, komunikasi ini
sangat efektif karena dapat langsung diketahui respon dari komunikan.
Menurut Agus M. Hardjana (2003:85) Komunikasi interpersonal
adalah interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang, dimana pengirim
dapat menyampaikan pesan secara langsung, dan penerima pesan dapat menerima dan
menanggapi secara langsung pula.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL EFEKTIF DALAM ORGANISASI
William C.Schutz yang dikutip oleh Arni Muhammad (2009,
161-165) mengidentifikasikan 3 macam kebutuhan ini, yaitu kebutuhan akan kasih
sayang, kebutuhan diikutsertakan dan kebutuhan akan kekuasaan atau kontrol.
Karena kebanyakan komunikasi dalam organisasi terjadi dalam tingkatan
interpersonal, adalah penting untuk
mengenal
kebutuhan interpersonal yang kita punyai semua. Meskipun
tiap-tiap kebutuhan itu berbeda-beda pada tiap orang atau dari satu situasi
kepada situasi lain, pemahaman tentang komunikasi itu akan dapat membantu dalam
berkomunikasi dengan orang lain.
a. Kasih Sayang
Kebutuhan akan kasih sayang adalah kebutuhan untuk
mempertimbangkan apakah diri kita disukai atau disayangi oleh orang lain. Dalam
pengalaman hidup sehari-hari kita semua mempunyai teman atau telah melihat
orang berusaha memenuhi kebutuhan ini. Misalnya disukai oleh tiap orang. Orang
yang telah memenuhi kriteria ini dinamai personal. Di samping itu juga
kelihatan biasa saja jika seseorang tidak sanggup memenuhi kebutuhan ini, dan
orang demikian dinamakan Schutz kurang personal atau terlalu personal.
b. Diikutsertakan
Kebutuhan merasa berarti dan diperhitungkan adalah merupakan
kebutuhan interpersonal diikutsertakan. Orang-orang yang tidak berhasil
memenuhi kebutuhan ini dinamakan kurang sosial atau terlalu sosial. Orang-orang
yang kurang sosial tidak suka orang disekelilingnya mereka menganggap
komunikasi sebagai ancaman dari orang lain.orang-orang ini sering merasa amat
malu dan sangat sulit untuk menciptakan percakapan dengan orang lain dalam
organisasi.
c. Kontrol
Kebutuhan yang ketiga menurut Schutz adalah kontrol yaitu
kebutuhan yang timbul karena rasa tanggungjawab dan kepemimpinan. Ada tiga tipe
dari kontrol yang berbeda yaitu abdikrat yaitu orang yang karena kepribadiannya
yang sangat patuh pada orang lain mereka ini tidak percaya atau sedikit percaya
pada diri mereka dan sering menganggap diri mereka tidak sanggup mengerjakan
sesuatu. Autokrat ialah orang yang tidak pernah cukup mengontrol,
individu-individu ini selalu mencoba mendominasi orang lain. Dan demokrat ialah
orang yang merasa senang apakah mereka memiliki posisi kepemimpinan atau kurang
dari itu.
Dengan demikian, komunikasi interpersonal sangat dibutuhkan
oleh setiap orang karna setiap orang memiliki kebutuhan komunikasi
interpersonal yang berbeda kita harus mengetahui kebutuhan interpersonal kita
sendiri agar dapat mengubah prilaku kita yang tidak sesuai dengan lingkungan
kita agar tidak merugikan orang lain.